Pendekatan tersebut mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan karakter. Anak-anak juga diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, melainkan mampu berkreasi dan memanfaatkannya secara bijak serta bertanggung jawab.
Selain pembelajaran di kelas, sekolah mengembangkan Lahan Sekolah Produktif sebagai laboratorium pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Peserta didik dikenalkan dengan tanaman obat keluarga (TOGA), manfaatnya, serta potensi pengolahannya menjadi produk bernilai guna.
Salah satu rencana pengembangannya adalah mengolah serai menjadi bahan baku pengharum ruangan yang nantinya akan dibuat oleh peserta didik.
Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan bahwa pembelajaran perlu memberikan pengalaman nyata agar anak-anak mampu mengembangkan potensi dan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan.
Penguatan pendidikan juga didukung melalui pengembangan fasilitas pembelajaran, meliputi ruang broadcasting, perpustakaan, dan Papan Interaktif Digital (PID).