Dari sisi konsumsi rumah tangga, pertumbuhan didorong oleh berlanjutnya berbagai stimulus fiskal pemerintah.
Suahasil mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga terus dijaga untuk berperan sebagai peredam guncangan (shock absorber) melalui subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, serta program penciptaan lapangan kerja.
Sementara itu, investasi diperkirakan tetap tumbuh kuat seiring berjalannya proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur dalam program prioritas pemerintah.
Konsumsi pemerintah turut didukung oleh percepatan belanja negara dan penyaluran bantuan sosial, kata Suahasil.