NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto hadir dalam pertemuan KTT BRICS ke-18 di Bharat Mandapam, New Delhi, India. Pertemuan ini menghasilkan "Deklarasi New Delhi" yang memiliki berbagai fokus.
Sejumlah poin turut membahas pembangunan pendidikan dan pertukaran sumber daya manusia (SDM), termasuk program beasiswa. Deklarasi New Delhi ini secara resmi diadopsi negara anggota BRICS yang mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Iran, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Indonesia.
Sekretaris Hubungan Ekonomi (Secretary - Economic Relations) di Kementerian Luar Negeri India (MEA), Shri Sudhakar Dalela, mengatakan bahwa bagi India, deklarasi tersebut menjadi upaya untuk membangun kolaborasi lebih luas, termasuk sektor inovasi dan pendidikan.
"Di bawah pilar inovasi: inisiatif untuk mempromosikan teknologi, penelitian, dan kewirausahaan, termasuk kerja sama pada infrastruktur publik digital, Repositori Sains dan Penelitian BRICS," ujar Dalela usai agenda pertemuan pemimpin tertinggi negara-negara BRICS, Sabtu (12/9/2026).
Deklarasi New Delhi berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia. Salah satu bentuk konkretnya adalah melalui program beasiswa.