"Tidak semua 154 dokumen ini dihasilkan oleh KTT. Namun, ini merupakan dokumen-dokumen yang harus dicatat, disahkan, dan ditandatangani oleh para pemimpin. Jadi, proses negosiasi 154 outcome document terjadi di berbagai level, bahkan pada level working group, sehingga sangat teknis," jelasnya.

Sebelum pertemuan dengan negara mitra, para pemimpin ASEAN dijadwalkan mengikuti 19 kegiatan, termasuk KTT ke-49 ASEAN, sesi pleno, retret, serta pertemuan dengan perwakilan parlemen, kalangan bisnis, dan pemuda ASEAN pada 15 November.

Pada 16 November, para pemimpin ASEAN akan bertemu dengan negara mitra, yakni RRT, PBB, Australia, dan Republik Korea. Sementara pada 17 November, para pemimpin akan menghadiri KTT ASEAN Plus Three, KTT ASEAN-Jepang, KTT ASEAN-India, serta KTT istimewa dengan AS.

Selain itu, akan digelar pertemuan terkait Asia Zero Emission Community (AZEC), yang merupakan inisiatif Jepang dan ASEAN.

Di tingkat menteri, Menteri Luar Negeri RI akan menghadiri sejumlah pertemuan, termasuk ASEAN Ministerial Meeting (AMM), ASEAN Political-Security Community Council, dan ASEAN Coordinating Council.

Salah satu agenda lainnya adalah penandatanganan aksesi Treaty of Amity and Cooperation (TAC) oleh tiga negara, termasuk Slovakia dan Slovenia.