"Dalam tiga hari ini asap mulai pekat. Hari ini juga. Sebelumnya sempat libur, sudah masuk lagi. Kalau kondisi mulai pekat lagi, saya berharap kembali sekolah diliburkan atau belajar dari rumah saja secara daring," kata Rahmawati di Pontianak, Jumat (21/8/2026), dihimpun dari keterangan resmi.

Rahmawati mengatakan kondisi udara yang diselimuti asap membuatnya khawatir terhadap kesehatan anak. Terlebih, anak-anak masih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

"Kita tahu anak-anak di sekolah pasti bermain di luar dan belum mengerti betul asap itu berbahaya. Jadi kami harap Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait mengeluarkan kebijakan untuk sementara bisa meliburkan atau belajar secara daring," ujarnya.

Dia khawatir paparan asap dalam kondisi kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada anak, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

3.759 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar

Kabut asap mulai melanda sejumlah wilayah di Kalbar pada Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalimantan Barat yang mengacu pada pemantauan BMKG, sebanyak 3.759 titik panas terdeteksi di Kalbar pada 20 Agustus 2026 pukul 00.00-23.00 WIB.