NADIKABAR.COM — Kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Selasa (26/8/2026) pukul 05.00 WIB, dua dari 17 stasiun yang dipantau masuk kategori berbahaya.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr Then Suyanti mengatakan kondisi berbahaya tercatat di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, dengan nilai ISPU 302. Sementara itu, nilai ISPU tertinggi tercatat di Palangkaraya Jekan Raya, Kalimantan Tengah, yang mencapai 573.

Selain dua lokasi tersebut, sejumlah wilayah lainnya tercatat masuk kategori sangat tidak sehat, tidak sehat, sedang, hingga baik. Berikut daftar lengkapnya.

Then menjelaskan kategori kualitas udara berdasarkan nilai ISPU terdiri dari baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya. Kategori baik berada pada rentang 0-50 dan dinilai tidak memberikan efek negatif terhadap kesehatan sehingga aktivitas di luar ruangan masih dapat dilakukan.