"Kurva melandai mendekati level terendah, menandakan terjadinya peluruhan aerosol di atmosfer," tulis BMKG dalam akun sosial media (8/9/2026).

Walau demikian, khusus Jakarta perlu tetap berhati-hati. Pasalnya, debu vulkanik sisa erupsi membaur dengan polusi perkotaan.

"Apalagi saat ini kita masih berada di puncak musim kemarau yang kering. Belum turunnya hujan membuat campuran partikel berbahaya ini tertahan dan melayang lebih lama di udara," kata BMKG.