Hasil sementara berdasarkan data BMKG, OMC dry ice di Sumsel terjadi penurunan konsentrasi PM atau kualitas udara 2.5 dari 660 (kategori berbahaya) di pagi hari menjadi 208 (kategori sangat tidak sehat), sore hari setelah sorti ke-2 dan visibility (jarak pandang) meningkat dari 300 meter di jam 9 pagi, menjadi 2.800 meter di sore hari.

"Pendekatan secara khusus menggunakan bahan semai dry ice ditujukan untuk menipiskan asap karhutla, dengan memengaruhi kondisi suhu atmosfer dan membantu mengganggu kestabilan lapisan inversi, sehingga pergerakan udara menjadi lebih baik dan konsentrasi asap di dekat permukaan berpotensi berkurang," kata Thomas dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10).

Pada hari pertama pelaksanaan, OMC dilakukan melalui satu sortie penerbangan dengan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai dry ice di sekitar wilayah Palembang. Sedangkan hari berikutnya, penerbangan direncanakan sebanyak dua sortie atau disesuaikan dengan kondisi cuaca dan atmosfer.

Thomas menjelaskan operasi akan terus menyesuaikan perkembangan kondisi atmosfer.