"Kebetulan kami sudah mengantisipasi, jadi ya kami bawa (sendiri). Alhamdulillah tetap lancar," lanjutnya.
Tak hanya soal alat musik, Rumbay juga membeberkan adanya gangguan suara dan tindakan intimidasi selama acara. Ia menyebut ada pihak yang berteriak-teriak saat prosesi belum sepenuhnya usai.
"Tadi kan panjenengan tahu, kita belum selesai sudah ada yang tantrum teriak-teriak gitu, mengembalikan gamelan gitu. Ya, itu bagian-bagian yang, begitulah," katanya.
Sementara itu, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, membantah adanya sabotase gamelan yang akan digunakan kubu Paku Buwono XIV Purbaya. Ia mengatakan, justru pihaknya membantu saat meminta Gamelan Monggang.
"Tidak ada (sabotase) tadi mereka minta Gamelan Monggang juga saya bantu langsung, kita kasih," katanya dihubungi NadiKabar, Rabu (26/8).
Lebih lanjut Eddy mengatakan bahwa sempat kehilangan beberapa gamelan saat Gerebek Idul Adha. Ia mengatakan ada satu set tabuh yang hilang.