NADIKABAR.COM — Mata gatal atau terasa kemasukan kotoran sering kali ditanggapi secara refleks dengan cara menguceknya kuat-kuat. Namun, beredar anggapan di masyarakat bahwa kebiasaan mengucek mata ini bisa berakibat fatal hingga merusak struktur lensa mata.
Lantas, bagaimana hal ini dilihat dari segi medis? Apakah mengucek mata benar-benar bisa merusak organ dalam mata, atau sekadar mitos belaka?
Dokter mata dari Mayapada Eye Centre (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), memaparkan, secara anatomi mengucek mata secara mekanis tidak langsung merusak lensa mata. Sebab, lensa terletak jauh di bagian dalam bola mata.
Namun, mengucek mata terbukti secara medis dapat merusak kornea, yaitu lapisan jernih paling luar bola mata.
Ketika ada partikel asing atau debu yang masuk, terutama yang permukaannya kasar dan tajam seperti abu vulkanik, gesekan dari jemari akan menekan partikel tersebut langsung ke permukaan kornea.
"Kita nggak tahu bendanya itu kaya apa ya yang nempel di mata. Kalau debu vulkanik biasanya permukaannya tuh nggak halus, nggak rata. Jadi waktu kita kucek mata seperti ini berarti ada permukaan kasar yang mungkin akan menempel di daerah mata," ujar dr Rini dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Rabu (9/9/2026).
Mengucek mata yang terlanjur iritasi ibarat menggosokkan amplas di atas jaringan yang peka. Luka atau erosi pada permukaan kornea yang tadinya bersifat ringan dapat melebar dan masuk ke lapisan jaringan kornea yang lebih dalam.
dr Rini mengibaratkan sensitivitas kerusakan pada kornea mata ini dengan kondisi kulit yang lecet.
"Tapi kalau lukanya agak lebih dalam, lapisan kornea itu ada ada lapisan-lapisannya. Kalau udah mulai ke dalam, itu lukanya mungkin sulit tutup hanya dengan cuci dengan air karena lukanya udah terlalu dalam," paparnya.
Selain memperparah goresan, terkoyaknya lapisan kornea akibat dikucek membuka celah bagi masuknya mikroorganisme berbahaya.
"Abis itu dia bisa infeksi. Kenapa? Karena ada port the entry atau tempat masuknya bakteri," katanya.
Dampak buruk mengucek mata tak berhenti pada luka kornea. Gesekan berlebih juga bisa memecahkan pembuluh darah halus di konjungtiva (bagian putih mata), hingga menyebabkan pendarahan.
Ia menjelaskan, kondisi pendarahan ini memang biasanya bisa terserap sendiri, tetapi tetap berisiko jika benda asingnya tidak dibuang.
Bahaya mengucek mata menjadi jauh lebih fatal bagi pasien yang pernah menjalani operasi mata, seperti operasi glaukoma. Dorongan mekanis saat mengucek dapat merobek saluran khusus yang dibikin oleh dokter.
Sebagai pertolongan pertama ketika mata gatal atau kemasukan benda asing, dr Rini menyarankan untuk membilasnya menggunakan air mengalir atau mengistirahatkan mata dengan cara dipejamkan, alih-alih menguceknya secara terus-menerus.