NADIKABAR.COM — Kehidupan manusia tidak lepas dari takdir, baik berupa kenikmatan maupun ujian. Dalam menghadapi potensi musibah, wabah, bahaya, atau bencana alam, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa membentengi diri melalui ikhtiar lahiriah (perbuatan) dan ikhtiar batiniah (doa).

Salah satu ikhtiar batiniah yang sering disyariatkan dalam menghadapi potensi musibah adalah membaca doa tolak bala.

Doa tolak bala merupakan bentuk ketundukan seorang hamba yang mengakui kelemahan dirinya di hadapan Allah SWT. Doa ini dibaca sebagai sarana memohon perlindungan agar terhindar dari segala marabahaya, serta memohon keringanan atas takdir buruk yang mungkin menimpa.

Berdasarkan buku Doa-Doa Pilihan karya Ahmadi Isa dan kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, berikut adalah kumpulan bacaan doa tolak bala:

مَا أَنْعَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً فِي أَهْلٍ وَمَالٍ وَوَلَدٍ فَقَالَ: مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، فَيَرَى فِيهَا آفَةً دُونَ المَوْتِ

Ma an'amallah azza wa jalla 'ala 'abdin ni'matan fi ahli wa malin wa waladin faqala masya allah la quwwata illa billah fayara fiha afatan dunal maut

Artinya: "Tidak sekali-kali Allah memberikan nikmat kepada seorang hamba dalam keluarga, harta benda dan anaknya, lalu ia mengucapkan "Ini adalah apa yang dikehendaki oleh Allah, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah," lalu ia melihat padanya suatu bencana selain maut."

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ، اَللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاٰخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْاٰخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَـــالَمِيْنَ