Kanada, yang merupakan pasar sumber wisman terbesar bagi Kuba, mencatat penurunan paling tajam, dengan jumlah wisatawan turun 430.460. Kunjungan dari Rusia berkurang 67.205, sementara kunjungan warga Kuba yang tinggal di luar negeri turun 60.081. Adapun jumlah wisatawan dari AS turun 42.984. Pariwisata merupakan salah satu sumber utama devisa negara Karibia tersebut. Namun, sektor ini tengah menghadapi krisis yang ditandai dengan penangguhan sejumlah rute penerbangan, penutupan hotel, serta penarikan diri perusahaan-perusahaan internasional. Pemerintah Kuba pada Juli mengatakan bahwa tekanan AS telah mendorong tujuh jaringan hotel internasional menarik diri dari negara itu, termasuk Melia, Iberostar, dan Barcelo dari Spanyol. Krisis tersebut diperparah oleh pembatasan pasokan minyak yang diberlakukan AS sejak Januari, termasuk ancaman pengenaan tarif terhadap negara-negara pemasok bahan bakar ke Kuba, serta perluasan sanksi yang diberlakukan pada Mei. Kuba telah berada di bawah embargo ekonomi, perdagangan, dan keuangan AS selama lebih dari enam dekade. Pada Juni, Majelis Nasional Kekuasaan Rakyat Kuba menyetujui paket 176 langkah reformasi ekonomi dan sosial yang bertujuan meliberalisasi perekonomian, termasuk ketentuan untuk menarik investor baru dan memperluas partisipasi sektor swasta dalam industri pariwisata.
Nasional
HALAMAN 2 DARI 2
Kunjungan wisman ke Kuba anjlok 65,1 persen hingga September 2026
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kuba turun 65,1 persen menjadi 477.707 orang pada Januari-September 2026 dibandingkan periode yang sama tah
NASIONAL
📖 Baca Juga
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.