NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri China menyebut kunjungan Presiden Xi Jinping dipersiapkan untuk membangun hubungan konstruktif antara Tiongkok dengan Amerika Serikat (AS).

"China akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memperkaya dimensi hubungan konstruktif China-AS yang berlandaskan stabilitas strategis," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers, di Beijing, Senin (21/9).

Presiden Xi Jinping dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke AS mulai 23 hingga 25 September 2026 untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump.

Presiden Trump sendiri mengunjungi Beijing pada 13-15 Mei 2026 lalu, dan sepakat untuk menjaga stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan, memperluas kerja sama praktis di berbagai bidang. Saat kunjungan tersebut, Trump juga membawa banyak CEO perusahaan AS seperti Elon Musk (CEO Tesla dan SpaceX), Ryan McInerney (CEO Visa), Jensen Huang (CEO NVIDIA), Tim Cook (CEO Visa), dan lainnya.

"Atas undangan Presiden Donald Trump, Presiden Xi Jinping akan segera melakukan kunjungan kenegaraan ke AS. Selama kunjungannya, Presiden Xi akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan Presiden Trump mengenai isu-isu utama yang menyangkut hubungan bilateral serta perdamaian dan pembangunan dunia," ujar Guo Jiakun menambahkan.

Diplomasi tingkat kepala negara, kata Guo Jiakun, memainkan peran yang tak tergantikan dalam memberikan arahan strategis bagi hubungan China-AS.

"Pertukaran kunjungan oleh kedua presiden dalam kurun waktu setengah tahun ini akan menjadi tonggak sejarah yang sangat penting. China-AS dapat memperkuat dialog dan kerja sama dan mengelola perbedaan secara tepat demi memberikan manfaat lebih besar bagi rakyat kedua negara dan berkontribusi lebih lanjut terhadap perdamaian, stabilitas maupun dan kemakmuran dunia," ujar Guo Jiakun pula.