Ibas mengatakan pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional PLTA. Menurutnya, perencanaan energi berbasis tenaga air perlu memperhatikan siklus musim hujan dan kemarau, kondisi hidrologi, prakiraan cuaca, serta data ilmiah dari lembaga terkait.
"Pengelolaan sumber daya air dan peremajaan di kawasan ini harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai kawasan yang indah dan memiliki potensi untuk menggerakkan PLTA kemudian tidak terkelola dengan baik," ujarnya.
Dorong Pengembangan Energi Terbarukan
Ibas mengatakan pengembangan energi nasional perlu memanfaatkan keberagaman potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, ketergantungan terhadap satu jenis sumber energi perlu dikurangi dengan memperkuat bauran energi, termasuk melalui pembangkit berbasis air, surya, panas bumi, dan sumber energi terbarukan lainnya.
Ibas juga mendorong penguatan riset dan pengembangan teknologi energi agar pembangkit di Indonesia semakin efisien, aman, dan mampu beroperasi dalam jangka panjang.
"Kalau kemudian ditemukan alat-alat dan model-model baru, kita harus terus melakukan riset dan pengembangan. Teknologi energi harus terus bergerak mengikuti kebutuhan zaman," katanya.
Ibas menilai investasi di sektor energi membutuhkan biaya besar, tetapi memiliki nilai strategis bagi masa depan Indonesia. Karena itu, pembangunan infrastruktur energi perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ibas juga mendorong pengembangan pembangkit energi terbarukan dilakukan secara lebih merata dengan menyesuaikan potensi masing-masing daerah. Menurutnya, keragaman sumber daya di berbagai wilayah Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan energi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan energi di tingkat daerah.
"Kalau model-model PLTA seperti Ngebel ini bisa dikembangkan sesuai potensi masing-masing wilayah, kemandirian energi daerah dapat semakin diperkuat," ujarnya.
Ibas menambahkan, pengembangan energi di daerah perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kapasitas lingkungan. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur energi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Harus Berjalan Bersama
Selain sektor energi, Ibas meminta pengelolaan kawasan PLTA tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat sekitar. Ia mendorong program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) terus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan manfaat ekonomi, penguatan sosial, serta pelestarian lingkungan.
"Sebagai wakil rakyat yang mewakili masyarakat Ngebel, pesan saya adalah CSR dan pendekatan kemanusiaan harus terus dilanjutkan. Masyarakat harus merasakan manfaat ekonomi, manfaat sosial, manfaat energi, dan lebih dari itu manfaat lingkungan," tuturnya.
Ibas juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan sekitar pembangkit dari risiko kerusakan lingkungan, seperti longsor dan gangguan pada daerah aliran air. Menurutnya, keberlangsungan PLTA turut bergantung pada kondisi ekosistem di sekitarnya. Karena itu, kelestarian hutan, tanah, sumber air, dan kawasan penyangga perlu dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi.