NADIKABAR.COM — Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) hingga September 2026 sudah mencapai Rp4,51 triliun atau mengalami pertumbuhan 40,32 persen secara tahunan.

"Penyaluran KUR di Kalbar menunjukkan pertumbuhan positif, baik dari sisi nilai pembiayaan maupun jumlah debitur. Ini menjadi salah satu indikator meningkatnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha," ujar Kepala Kantor DJPb Kalbar, Triyanto di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan angka realisasi nilai KUR Rp4,51 triliun tersebut, menyasar 51.401 orang atau juga mengalami peningkatan sebesar 19,89 persen dari tahun sebelumnya di periode yang sama.

"Seluruh sektor penerima KUR di Kalbar mencatatkan pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor real estat, persewaan, dan jasa perusahaan yang melonjak sebesar 2.254,17 persen," kata dia.

Dari sisi lembaga penyalur, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi penyalur KUR terbesar dengan nilai Rp2.330,96 miliar.

Berdasarkan wilayah, Kota Pontianak menjadi daerah dengan penyaluran KUR tertinggi sebesar Rp582,7 miliar. Berikutnya Kabupaten Kubu Raya sebesar Rp555,18 miliar dan Kabupaten Ketapang sebesar Rp496,01 miliar.

Sementara untuk penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalbar mengalami kontraksi. Hingga 2026, realisasinya tercatat Rp90,08 miliar atau turun 36,14 persen secara tahunan. Jumlah debiturnya juga berkurang 46,50 persen menjadi 15.451 orang. Penyaluran pembiayaan UMi didominasi oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan nilai Rp83,30 miliar.

Adapun tiga daerah dengan penyaluran UMi tertinggi adalah Kota Pontianak sebesar Rp12,04 miliar, Kabupaten Mempawah Rp10,90 miliar, dan Kabupaten Kubu Raya Rp10,61 miliar.

Penurunan penyaluran UMi tersebut berpotensi mengindikasikan peralihan sebagian debitur ke pembiayaan KUR seiring peningkatan kapasitas usaha dan kesiapan pelaku UMKM untuk naik kelas.

"Melalui kedua skema pembiayaan tersebut, akses permodalan diharapkan terus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta memperkuat perekonomian daerah," papar dia.