Realisasi pengiriman Cybertruck tercatat hanya mencapai 20.237 unit pada tahun ini atau anjlok 48 persen secara tahunan, jauh dari target awal yang diproyeksikan mencapai 250.000 unit per tahun.

Desain bodi yang tajam serta bobot kendaraan yang dinilai terlalu berat menjadi faktor utama lesunya penjualan Cybertruck di pasar global.

Kendala tersebut memicu kekhawatiran keselamatan lalu lintas di berbagai negara. Bahkan, Australia dan Selandia Baru telah melarang penjualan resmi kendaraan ini, sementara sejumlah negara Eropa mewajibkan izin mengemudi khusus bagi pengemudinya.