Untuk yield obligasi pemerintah Indonesia sendiri mengalami penurunan di seluruh tenor pada perdagangan Kamis (5/11), didukung oleh membaiknya sentimen risiko di pasar keuangan global serta berlanjutnya penurunan harga minyak dunia. Yield obligasi pemerintah benchmark tenor 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing turun sebesar 20 basis points (bps), 8 bps, 2 bps, dan 7 bps menjadi 7,38 persen, 7,66 persen, 7,73 persen, dan 7,69 persen.
Sementara itu, aktivitas perdagangan obligasi pemerintah meningkat, tercermin dari kenaikan total volume transaksi menjadi Rp25,9 triliun dari Rp19,46 triliun pada perdagangan sebelumnya.
βNamun demikian, kepemilikan investor asing pada obligasi pemerintah Indonesia tercatat turun sebesar Rp0,68 triliun menjadi Rp915 triliun per 4 November 2026, setara dengan 12,97 persen dari total outstanding,β ungkap Josua.