"Jadi ada itung-itungannya yang kami sebutkan, yang kami temukan di dokumen-dokumen. Nanti itu tentunya akan didalami lebih lanjut seperti apa itung-itungannya tadi," ujarnya.

Taufik juga mengungkap dugaan adanya permintaan uang kepada setiap calon mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Pada Agustus 2026, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Norman Arie Prayogo disebut memerintahkan dua pihak swasta yang kini juga menjadi tersangka, yakni Dian Mulia Wardhana (DMW) dan Adhi Wiharto (AW), untuk mematok harga Rp 650 juta kepada setiap calon mahasiswa baru yang mengincar kursi FK Unsoed pada jalur seleksi mandiri 2026.

"Keduanya selaku pihak swasta, diduga meminta uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp650 juta," ujar Taufik.

Namun, pembayaran tersebut ternyata tidak menjamin calon mahasiswa dinyatakan lolos seleksi mandiri. Sejumlah calon mahasiswa tetap tidak diterima meski orang tua mereka telah menyerahkan uang.