NADIKABAR.COM — AiMOGA Robotics kembali menyajikan teknologi terbarunya, melalui pengembangan kursi roda yang memungkinkan penggunanya mengendalikan pergerakan hanya menggunakan sinyal dari otak mereka.
Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics, Xie Yuyang mengatakan bahwa teknologi tersebut diterapkan melalui AiMOGA BCI yang menggabungkan brain-computer interface (BCI), kecerdasan buatan (AI), dan sistem kendali gerak robot.
"Tujuan awal kami mengembangkan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya," kata Xie Yuyang dalam keterangan resminya Kamis.
Teknologi yang tersaji pada pada AiMOGA BCI ini, menggunakan perangkat electroencephalography (EEG) non-invasif dengan delapan kanal untuk menangkap aktivitas listrik otak.
Penggunanya, kemudian cukup memusatkan perhatian pada perintah arah yang ditampilkan melalui layar untuk menggerakkan kursi roda.
Sistem akan mengenali pola sinyal otak tersebut dan menerjemahkannya menjadi perintah maju, mundur, kiri, kanan, hingga berhenti.
AiMOGA mengklaim, sistem yang hadir pada robot ini memiliki tingkat akurasi pengenalan perintah EEG lebih dari 95 persen dengan latensi pengenalan kurang dari tiga detik.
Teknologi tersebut ditujukan bagi pengguna yang mengalami keterbatasan gerak pada tangan atau anggota tubuh lain, tetapi masih memiliki kemampuan untuk memahami instruksi.
Dengan demikian, pengoperasian kursi roda tidak bergantung sepenuhnya pada kendali fisik menggunakan tangan.
Untuk penggunaan di luar kompetisi, AiMOGA BCI turut dibekali sensor LiDAR dan kamera depth. Keduanya mendukung navigasi berbasis peta sekaligus membantu sistem mendeteksi dan menghindari berbagai rintangan di sekitar kendaraan.
Kursi roda ini juga memiliki sejumlah opsi kendali lain berupa layar sentuh, tombol berhenti darurat, serta pengambilalihan kendali secara manual.
Fitur tersebut memungkinkan sistem digunakan dalam berbagai kondisi, sekaligus menyediakan lapisan keselamatan tambahan.
Berkat kecerdasan yang dimilikinya, AiMOGA Robotics meraih juara pertama dalam kategori "Mind-Driven Wheelchair Challenge" pada Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 digelar di Hangzhou, Tiongkok.
AiMOGA BCI itu menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik, atau unggul 17 detik dari peraih posisi kedua.
Dalam kategori tersebut, peserta menggunakan perangkat perekam sinyal EEG (electroencephalography) dan mengendalikan kursi roda menggunakan otak untuk menyelesaikan lintasan yang telah ditentukan.