Guo Jiakun, Juru Bicara Menteri Luar Negeri China, turut mengomentari aksi boikot pada Kylian Mbappe. Ia menilai semua ada konsekuensinya.

"ucapan dan tindakan yang menyakiti perasaan rakyat Tiongkok tentu saja akan mendapat penolakan bersama dari seluruh lapisan masyarakat Tiongkok," katanya, mengutip ABC News.

Di China, mengolok-olok Mao Zedong dianggap merendahkan pendiri bangsa dan banyak orang tak berani melakukannya. Atas dasar itu, dua produk besar China langsung memboikot Mbappe.

"Perusahaan kami dengan tegas menentang dan memiliki kebijakan toleransi nol terhadap perilaku apa pun yang menyinggung sentimen nasional," tulis Dongpeng, brand minuman energi China, dalam pernyataannya.