Sementara akselerasi pertumbuhan kredit terus dipacu melalui penyaluran kredit kepada mitra ekosistem, platform digital dan perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance.
Pendekatan ini, menurut perseroan, membantu nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan sekaligus menjaga laju pertumbuhan aset pembiayaan Bank Jago, lebih cepat dan terukur.
Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Jago berada pada level 27,5 persen. Hal ini, catat perseroan, menunjukkan tingkat permodalan yang kuat untuk terus berinovasi, berkolaborasi dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.
Arief menyampaikan bahwa bagi perseroan, pertumbuhan bisnis bukan hanya sekadar mencetak angka tetapi memastikan fundamental perseroan semakin kuat untuk bertumbuh secara berkelanjutan.
βDengan begitu kami optimistis Bank Jago bisa bertumbuh lebih kencang seiring dengan kondisi perekonomian yang semakin optimal pada tahun mendatang,β kata Arief.