NADIKABAR.COM — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba hingga Agustus 2026 tumbuh 10,07 persen secara tahunan mencapai Rp5,30 triliun, ditopang ekspansi bisnis, penguatan dana murah, akselerasi pembiayaan, serta kontribusi bisnis emas dan fee based income.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kinerja hingga periode tersebut menunjukkan transformasi bisnis BSI mulai menghasilkan pertumbuhan yang semakin seimbang, baik dari sisi pendanaan (funding), pembiayaan (financing), maupun non-financing income.
“Kami melihat fundamental BSI semakin kuat. Pertumbuhan laba dua digit berjalan beriringan dengan penguatan CASA, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, penurunan cost of fund, serta akselerasi fee based income. Ini menunjukkan mesin pertumbuhan BSI semakin terdiversifikasi dan memiliki ruang untuk terus berkembang,” kata Anggoro dalam keterangannya di Jakarta, Senin.