Terkait adanya kasus siswi yang mengalami gangguan ingatan, Pulo mengaku pihaknya tidak dapat menjelaskan hal tersebut.
"Kami selaku tim penguji tidak mempunyai kemampuan untuk sampai ke situ. Karena kami hanya punya kemampuan untuk, misalnya, apa saja yang diminta mereka, diduga di makanan mana, itu yang kami temukan," jelasnya.
Menurutnya, penjelasan bisa dilakukan oleh ahli di bidang yang terkait.
"Jadi butuh ahli atau mungkin tim selanjutnya oleh Pemerintah Kabupaten Karo atau misalnya Dinas Kesehatan Karo untuk memastikan apakah ada hubungan kasualitas tim redaksi temuan beberapa bakteri mikroorganisme di sampel yang kami temukan dengan kasus tersebut," pungkasnya.