The Lions memang tidak bisa memainkan Ikhsan Fandi karena cedera. Namun, mereka masih memiliki Hariss Harun, Kyoga Nakamura, Harhys Stewart hingga Ilhan Fandi.

Dengan kekuatan kedua tim yang relatif berimbang, strategi John Herdman bakal menjadi salah satu faktor penting.

Indonesia harus bisa memanfaatkan status sebagai tuan rumah sekaligus menghindari kesalahan yang dapat membuat Singapura mendapatkan ruang untuk menyerang.

Dukungan suporter di SUGBK juga bisa menjadi senjata tambahan. Setelah menunggu hampir 18 tahun untuk kembali menyaksikan Indonesia menjamu Singapura di stadion tersebut, atmosfer pertandingan diprediksi bakal berbeda.

Garuda tentu ingin memberikan awal yang positif di FIFA ASEAN Cup 2026.

Apalagi, sejarah mencatat pertemuan terakhir Indonesia dan Singapura di SUGBK berakhir dengan kekalahan. Kali ini, skuad Garuda punya kesempatan untuk menulis cerita yang berbeda.

Rekor pertemuan memang memberikan modal kepercayaan diri. Namun, statistik tidak akan menentukan hasil akhir pertandingan.

Semangat, konsentrasi, dan kemampuan pemain menjalankan strategi Herdman akan menjadi kunci.

Jika mampu tampil agresif sejak awal, memanfaatkan dukungan publik SUGBK, dan menjaga konsistensi sepanjang pertandingan, Indonesia diprediksi berpeluang untuk memberikan tekanan besar kepada Singapura.

Laga ini pun bukan sekadar pertandingan pembuka. Ada sejarah yang ingin diperbaiki, ada hasil terbaru yang ingin dibalas, dan tentu saja ada tiga poin yang menjadi target utama Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertandingan Indonesia vs Singapura akan berlangsung di SUGBK, Jumat (25/9) pukul 20.00 WIB. Seluruh pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 disiarkan melalui EMTEK Media, termasuk Indosiar, SCTV, Moji, Vidio, dan NEX.