"Persib harus mewaspadai sisi kanan penyerangan Persija yang lebih aktif dibanding sisi kiri mereka," ucap Indra.

Menurut Indra, kecepatan dan akselerasi pemain Persija bisa menjadi ancaman, terutama ketika mendapatkan ruang untuk melakukan serangan cepat. Ancaman juga datang dari pemain lapis kedua yang berani mengambil keputusan untuk melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

"Speed, akselerasi serta momentum pemain mereka harus diantisipasi. Belum lagi second line Persija yang berani menciptakan peluang sendiri dengan shooting jarak jauh," ungkapnya.

Di sisi lain, Persib juga memiliki sejumlah senjata untuk membongkar pertahanan Persija. Indra melihat variasi serangan Persib pada laga kontra PSM menjadi modal penting.

"Persib, tentu tak akan diam saja, di laga perdana kemarin justru menampilkan pola serangan yang bervariasi. Bola mati dari free kick dan corner kick kini bisa menjadi andalan, Mutombo apakah akan mencetak gol melalui proses ini? Kita lihat nanti," tuturnya.

Selain bola mati, Persib juga memiliki ancaman melalui kemampuan individu para pemain depannya. Indra menyoroti Mariano Peralta yang memiliki karakter permainan agresif, serta Balsa Sekulic yang menurutnya mampu membuat keputusan tepat meski tidak terlalu banyak menguasai bola.

"Belum lagi permainan individu dari Peralta yang bertipe destroyer serta Balsa yang tak banyak kuasai bola, tapi memiliki decision making, visi serta akurasi yang baik saat mengeksekusi peluang sekecil apapun. Shooting jarak jauh? Baros juga melakukan itu saat melawan PSM kemarin," katanya.