NADIKABAR.COM — Keracunan massal akibat makan bergizi gratis (MBG) lagi-lagi terjadi. Kali ini giliran puluhan siswa dan guru SMP Negeri 1 Kabuh, Jombang, Jawa Timur. Para korban mengalami sakit perut, pusing, muntah dan diare.

Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono menjelaskan total 81 siswa dan 4 guru yang mengalami keracunan. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh siswa kini masih menjalani rawat inap.

"Semua sudah ditangani, diberi obat, sudah kembali lagi ke sekolah. Sementara yang di Puskesmas Kabuh itu ada 7 anak yang rawat inap," kata Suprihadiono kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Akibat keracunan itu, para korban harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setempat. Rinciannya 70 siswa dibawa ke Puskesmas Kabuh, 7 siswa di Klinik Pratama Ploso dan 8 siswa di Klinik Asy Syifa Ploso.

"Guru yang sakit perut ada empat, endak sampai (dibawa berobat ke fasilitas kesehatan) karena sudah minum obat di rumah," terang Suprihadiono.

Menurut Suprihadiono MBG yang disantap siswa dan guru diketahui berasal dari SPPG Makan Jakarta. Adapun menu MBG yang memicu keracunan yakni nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel, sawi putih dan brokoli, serta buah pepaya.

Dokter Puskesmas Kabuh, dr Aditya Bimantara menuturkan, pihaknya menangani 70 siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami keracunan. Keluhan para korban didominasi mengeluh sakit atau melilit pada perut. Keluhan lainnya berupa mual dan diare.

"Sampai saat ini 7 siswa, terdiri dari 6 siswi dan 1 siswa laki-laki kita infus, kita opname di puskesmas. Karena memang tidak bisa menahan nyeri perutnya, melilit terus dan masih diare tadi pagi.

Yang lainnya sekitar 63 murid itu kita pulangkan, karena cuma merasa mual sama perutnya melilit, tapi masih bisa ditahan, masih bisa makan-minum," ungkapnya.

dr Aditya memastikan 7 siswa tersebut saat ini dalam kondisi sadar, serta tensi dan denyut nadinya stabil. Sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.

"Sudah kita infus, kita berikan antinyeri, antimual, antimuntah, serta antibiotik untuk diarenya. Orang tua juga sudah saya sampaikan kondisi anaknya stabil, tidak perlu khawatir," ujarnya.