Beberapa waktu terakhir, Korut menguji coba berbagai senjata buatannya, termasuk drone tempur, sistem torpedo berpemandu presisi yang baru, dan rudal hipersonik jarak menengah.

Rentetan uji coba itu dilakukan saat ketegangan di Semenanjung Korea semakin meningkat, terutama setelah hasil penyelidikan gabungan antara Seoul dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan bahwa Pyongyang yang telah menanam ranjau yang meledak hingga melukai tiga tentara Korsel.

Korut membantah keras bertanggung jawab atas ledakan ranjau itu dan bersumpah untuk semakin memperkuat wilayah perbatasan, serta melanjutkan kampanye melalui pengeras suara.