NADIKABAR.COM — Kuba kembali mengalami pemadaman listrik total (blackout) secara nasional yang ketujuh kalinya pada tahun ini. Hal ini menyusul krisis bahan bakar yang terus melanda pulau yang terisolasi akibat blokade Amerika Serikat (AS) tersebut.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/9/2026), pada Jumat malam, hanya sekitar lima persen warga di ibu kota Havana yang mendapatkan pasokan listrik.
"Telah terjadi pemutusan total pada sistem kelistrikan," kata Kementerian Energi Kuba melalui akun X.
Perusahaan listrik milik negara, UNE, menyatakan bahwa pemadaman nasional yang ke-12 sejak akhir 2024 ini dipicu oleh gangguan pada jalur transmisi yang diperparah dengan kondisi cuaca yang tidak stabil.
Pulau yang dihuni lebih dari sembilan juta jiwa tersebut terus-menerus mengalami pemadaman listrik akibat kondisi pembangkit listrik termoelektriknya yang sudah tua dan memprihatinkan. Situasinya kian memburuk sejak Januari, saat AS memberlakukan blokade energi secara de facto untuk menekan pemerintah komunis di Havana.