Peringatan ancaman serangan udara itu disebut membuat Meisita dan rombongan panik hingga menghubungi keluarga masing-masing, bahkan mendadak menjadi penuh haru.

"Sudah pada nangis semua. Katanya ya mereka semua pada kirim doa. Pokoknya pada histeris, Kak Gigi, terus Bunda Dela, terus mama aku. Kita kabarinlah semua kita titip-titip. Sama maaf juga kalau ada salah-salah. Pokoknya mereka ya nangis ya terutama mamaku," tuturnya.

Meisita mengatakan rombongan akhirnya mengurungkan perjalanan ke Ta'if dan berbalik arah setelah mengetahui wilayah tersebut terancam menjadi titik serangan udara.

"Jadi benar-benar merasa Tuhan menyelamatkan kita semua," kata Meisita.