Yamal meyakini persaingan Ballon d'Or hanya mengerucut ke 2 nama. Selain dirinya sendiri, pemain berusia 19 tahun itu juga menyebut Kylian Mbappe sebagai kandidat terkuat.

Dalam pandangan Yamal, pemenang Ballon d'Or harus benar-benar pemain terbaik yang berbeda dengan lainnya. Juara Liga Champions atau pencetak gol terbanyak semusim dinilainya bukan ukuran memenangkan Si Bola Emas.

Opini Yamal soal Ballon d'Or mendapat berbagai respons negatif. Dia dianggap mendiskreditkan nominator lain semisal Ousmane Dembele yang menang Liga Champions, serta Harry Kane yang mengumpulkan 73 gol musim lalu.