Pak Yes menyebut, Extranas sebelumnya telah digelar di sejumlah kota di Indonesia. Pelaksanaan di Lamongan diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai daerah. Menurut Pak Yes, interaksi peserta dari 19 provinsi dapat menjadi sarana bertukar pengalaman dan pengetahuan antarmadrasah.
"Dengan kegiatan ini kami yakin akan memberikan dampak atau multiplier effect yang baik bagi Kabupaten Lamongan, khususnya dalam interaksi sosial. Tentu nanti ada sharing knowledge, saling tukar pengalaman dan banyak hal lagi," katanya.
Selain memberikan manfaat di bidang pendidikan, Yuhronur menilai pelaksanaan Extranas juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah turut meningkatkan aktivitas sejumlah sektor usaha lokal. Mulai dari penginapan, toko, hingga usaha kuliner diperkirakan ikut merasakan dampak dari meningkatnya aktivitas selama penyelenggaraan Extranas ke-8.
Peserta Extranas ke-8 berasal dari 19 provinsi di Indonesia. Di antaranya Bali, Gorontalo, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Secara keseluruhan, kegiatan nasional tersebut melibatkan 137 lembaga MA Plus Keterampilan negeri maupun swasta dari berbagai daerah di Indonesia.