"Terdapat 38 indikator kinerja program yang masih perlu perhatian dan upaya keras bersama agar target kinerja tahun 2026 dapat tercapai secara optimal di akhir tahun. Di sisi prioritas pembangunan, Pemkab Batang terus fokus menguatkan sektor ketahanan pangan melalui alokasi anggaran sebesar Rp 13,52 miliar pada tahun 2026. Anggaran ini diperuntukkan bagi peningkatan jaringan irigasi, jalan usaha tani, pengadaan cadangan pangan, hingga penanganan kerawanan pangan," tegasnya.

Bagus menegaskan kerja keras jajaran Pemerintah Kabupaten Batang dalam pembangunan daerah juga membuahkan berbagai apresiasi di tingkat provinsi maupun nasional.

"Kabupaten Batang sukses menembus babak Finalis Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Selain itu, dalam Evaluasi Program Stunting Nasional (ProSN), Kabupaten Batang berhasil masuk dalam 17 besar nasional (Peringkat 14) dari 546 pemerintah daerah se-Indonesia dengan nilai 90,83, menjadikannya salah satu dari hanya dua kabupaten di Jawa Tengah yang menembus jajaran papan atas nasional," pungkasnya.