NADIKABAR.COM — Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan mengatakan bahwa gerakan tanam Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) ditargetkan capai 1.000 hektare dalam satu pekan di Lampung.
"Kegiatan gerakan tanam padi PM-AAS ini merupakan tindak lanjut dari perluasan program PM-AAS yang sebelumnya sudah dilakukan denfarm di Kabupaten Lampung Tengah seluas 100 hektare," ujar Kepala BRMP Lampung Endro Gunawan di Metro, Rabu.
Ia mengatakan sebelumnya diketahui hasil produksi yang didapat dari denfarm PM-AAS di Kabupaten Lampung Tengah rata-rata persawahan sebesar 11,2 ton per hektare gabah kering panen (GKP).
"Sehingga ada peningkatan produktivitas dari rata-rata 5,2 ton per hektare, menjadi minimal 10 ton per hektare gabah kering panen," katanya.
Dia menjelaskan untuk memperluas penerapan PM-AAS, hari ini dilakukan gerakan tanam PM-AAS serempak di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung.
"Gerakan tanam di Lampung diikuti oleh seluruh kabupaten serta kota, dengan target 1.000 hektare dan dilakukan dalam waktu satu pekan ini. Dan untuk hari ini dilaksanakan gerakan tanam PM-AAS di Kota Metro seluas 400 hektare," ucap dia.
Menurut dia, untuk target tanam PM-AAS di tahun 2026, yakni pada periode Juli-Desember mendapatkan target sebesar 35.100 hektare.
"Pada 30 September ini adalah hari terakhir musim tanam tiga, karena besok pada 1 Oktober mulai memasuki musim tanam satu 2026-2027. Dan ini adalah lompatan besar atas program Menteri Pertanian untuk bisa meningkatkan produktivitas yang tadinya stagnan di 5,2 sekarang bisa 10 ton per hektare," tambahnya.