NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Asap pekat karhutla menyelimuti sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, hingga langit tampak berwarna oranye.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan dalam keterangannya, Selasa (21/9/2026), kondisi tersebut terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21/9) kemarin. Jarak pandang hanya sekitar 500 meter.
Sementara itu kualitas udara berdasarkan Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah termasuk dalam kategori berbahaya. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan kota Pontianak.
Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah, periode 1 Januari hingga 19 September 2026 tercatat lebih dari 142.000 hotspot dan sekitar 3.800 kejadian karhutla. Luasan yang ditangani mencapai hampir 13.000 hektare. Sementara berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan, luas area terbakar tercatat 7.634 hektare.
Sementara itu, BNPB dan Pemprov Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan karhutla dengan mengoptimalkan seluruh kekuatan personel dan peralatan yang tersedia. Operasi pemadaman karhutla di darat menjadi perhatian utama, di tengah kendala operasi udara akibat asap tebal dan jarak pandang rendah.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat evaluasi penanggulangan karhutla Kalimantan Tengah pada Senin (21/9) kemarin. Rapat tersebut digelar di Posko Lapangan Siaga Darurat Karhutla, Kecamatan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.
BNPB juga melaporkan asap pekat terjadi di sekitar Pos Lapangan Siaga Karhutla Pulang Pisau, Kecamatan Jabieren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Selatan pada pukul 14.00 WIB kemarin.