NADIKABAR.COM — Langkah pasangan atlet para tenis meja Indonesia Yayang Gunaya/Osrita Muslim terhenti di semifinal ganda campuran kelas XD7 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, setelah kalah 0-3 (3-11, 4-11, 5-11) melawan wakil Thailand, Yuttajak Glinbancheun/Wijittra Jaion.

Berdasarkan statistik penyelenggara, perolehan angka pasangan Indonesia di setiap gim terpaut jauh dari lawannya. Meskipun menelan kekalahan, keduanya berhak menerima medali perunggu bersama dengan pasangan India, Shubham Wadhwa/Bhavina Patel, karena tidak ada pertandingan perebutan tempat ketiga.

Perjuangan Yayang/Osrita dimulai melalui fase Grup C. Pada pertandingan pertama, Rabu (21/10), pasangan tanah air itu menuai kemenangan saat mengawali perjuangan.

Mereka menundukkan atlet dari Kuwait, Ahmad Alotaibi/Fajer Alkhalaf, dengan skor 3-0 (11-4, 11-4, 11-3). Pasangan itu mampu menang mudah dan mendominasi permainan sejak gim pertama hingga ketiga.

Namun saat pertandingan kedua, ganda tanah air itu justru kalah dengan skor 2-3 (11-9, 4-11, 8-11, 11-8, 7-11), melawan wakil India Shubham Wadhwa/Bhavina Patel. Setelah itu, perjuangan berlanjut pada laga ketiga yang digelar pada hari yang sama.

Kesempatan itu berhasil dimanfaatkan oleh wakil Merah Putih. Mereka menundukkan perlawanan wakil Filipina, Smith Cartera/Noriko Batuhan, dengan skor 3-2 (6-11, 11-5, 6-11, 12-10, 11-8), sekaligus memastikan satu tempat di fase gugur.

Langkah ganda campuran dengan selisih usia cukup jauh tersebut, Yayang Gunaya yang berumur 30 tahun dan Osrita Muslim yang berusia 59 tahun, berlanjut ke babak perempat final melawan pasangan Jepang, Genki Saito/Yuka Ikeyama, pada Kamis pagi. Mereka kembali menang 3-0 (11-6, 11-6, 11-3), sekaligus merebut tiket ke semifinal.

Sementara itu, medali emas direbut oleh wakil Korsel yakni Jang Yeongjin/Lee Migyu setelah mengalahkan Yuttajak Glinbancheun/Wijittra Jaion asal Thailand dalam babak final.