NADIKABAR.COM — Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin melantik Dewan Pengurus Nasional (DPN) Gerbang Tani PKB. Dalam pelantikan ini, Cak Imin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat serius menata reforma agraria.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Cak Imin di Kantor DPP PKB, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026). Cak Imin menyampaikan, Gerbang Tani PKB memiliki 'pekerjaan rumah' dalam melaksanakan program untuk membantu para petani dan nelayan di tanah air, termasuk pada perlindungan serta kesejahteraan.

"Kehadiran Gerakan Petani dan Nelayan Indonesia Gerbang Tani merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk memperjuangkan kepentingan, hak, martabat, dan kesejahteraan petani dan nelayan di seluruh Indonesia," ungkap Cak Imin.

Kemudian Cak Imin menyinggung soal persoalan yang kerap melanda para pertani khususnya, yakni terkait masalah tanah. Menurutnya, saat ini sudah ada langkah konkret yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo untuk menuntaskan persoalan tersebut yakni dengan pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).

"Kalau Pak Prabowo bilang, 'Kita ini kaya, tapi rakyatnya kok miskin? Ada masalah apa ini? Kalimantan Selatan, Kalimantan mana saja, Sulawesi, kaya-kaya tapi rakyatnya kok miskin? Oh ekspornya ada yang enggak bener'. Bikin pintu, satu pintu, kan gitu, itu jalan, baru contohnya," terang Cak Imin.

"Kalau di pertanian apa? Masalahnya tanah, reforma agraria. Saya sudah ketemu Kepala BRAN sudah saya panggil ke kantor. Supaya saya enggak banyak omong, saya panggil ke kantor. Inilah yang disebut sebagai perjuangan nyata," lanjutnya.

Dia pun menyampaikan memiliki keyakinan bahwa Presiden Prabowo tengah menciptakan solusi-solusi struktural untuk persoalan pertanahan khususnya para petani. Dia mencontohkan, saat ini sudah ada perubahan harga pupuk yang membuat para petani lebih merasa senang.

"Pak Prabowo mulai, pupuk agak bagus sekarang. Pupuk sudah, saya kemarin panggil Dirut pupuk, holding pupuk itu. Cerita semua, begitu efisien dan begitu, bahkan untung. Untungnya bagus. Ya kalau bener kan, petaninya seneng, pabriknya untung, malah bikin-bikin pabrik baru. Terus-menerus akan lebih baik lagi. Kan bisa ternyata," ujarnya.

Cak Imin lantas menekankan bahwa Gerbang Tani hadir sebagai bentuk perjuangan panjang PKB dalam memperjuangkan hak petani dan nelayan. Sebab baginya, pertanian menjadi sektor paling sentra untuk menunjang kemakmuran bangsa.

"Ini kan sudah perjuangan lama. Sejak PKB lahir, memang yang menjadi beban dan tanggung jawab kita adalah sebagian besar dari rakyat kita kan petani, sebagian besar kita mengandalkan pangan juga dari petani yang tidak kunjung selesai masalahnya dan baru mulai ada tanda baik sejak ada undang-undang reforma agraria ini," tutur Cak Imin.

"Ini memang komitmen PKB untuk membela yang paling membutuhkan. Sekaligus bukan hanya komitmen PKB dalam artian membela, sungguh kalau negara ini mau maju, mau berhasil, ya memang di situ, pertanian itu. Kalau enggak, enggak akan maju-maju," imbuhnya.

Sementara Ketua Umum DPN Gerbang Tani, Idham Arsyad, menegaskan bahwa kepengurusan baru Gerbang Tani saat ini tampil lebih fresh. Kepengurusan yang dominan diisi kalangan muda diyakini membuat kinerja organisasi jauh lebih optimal selama lima tahun ke depan.

"Dengan kepengurusan yang lebih segar dan didominasi generasi muda, Gerbang Tani siap bekerja ekstra dan lebih optimal selama lima tahun mendatang. Kami bertekad mengarustamakan isu-isu sektoral petani dan nelayan agar mendapatkan perhatian mendasar dan serius dari pemerintah serta negara," ujar Idham Arsyad.

Dia juga mengungkapkan, Gerbang Tani berkeyakinan mampu berkiprah lebih besar dalam mengawal kebijakan publik. Karena menurutnya, tingkat kesejahteraan para petani dan nelayan di Indonesia hingga saat ini masih memprihatinkan.

"Petani dan nelayan kita masih menghadapi ketimpangan struktur serta persoalan alat produksi yang sangat terbatas. Gerbang Tani hadir untuk menyuarakan ketidakadilan ini dan mendorong hadirnya kebijakan konkret yang berpihak pada keberlanjutan hidup mereka," pungkasnya.