Melalui simulator tersebut, peserta dapat merasakan secara langsung guncangan layaknya kondisi gempa, sehingga mendapatkan pengalaman dalam menerapkan langkah penyelamatan diri.

"Kesiapsiagaan bukan hanya soal memahami teori, tetapi bagaimana kita mampu bertindak dengan tepat ketika bencana benar-benar terjadi," ujar Aliandra.

Dia menyebutkan para peserta yang terdiri dari pegawai dan warga binaan itu mendapatkan pemahaman mengenai tindakan yang tepat saat terjadi gempa.

"Mulai dari menjaga ketenangan, melindungi diri, mengenali titik aman, hingga mengikuti prosedur evakuasi," tutur Aliandra.