"Kami melibatkan warga binaan agar mereka dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan masyarakat, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun rasa tanggung jawab," ujar Tri.
Diketahui kondisi sekolah negeri ini kerap tergenang air setiap kali hujan deras. Genangan air kembali merendam lingkungan sekolah dan menyisakan material lumpur serta kotoran yang mengganggu aktivitas belajar mengajar.
"Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Ketika nantinya kembali ke masyarakat, mereka diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai positif tersebut dan dapat diterima dengan baik," jelas Tri.
"Kami juga ingin mengubah stigma negatif terhadap Pemasyarakatan dengan menunjukkan bahwa pembinaan mampu melahirkan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan," tambahnya.