"Kita sampai kewalahan. Mereka datang beramai-ramai dan masih mencari barang kita. Dari situ saya merasakan bahwa mereka memang mencintai produk Indonesia, baik wastra maupun UMKM. Buat saya, ini bukan hanya soal menjual barang. Saya ingin menunjukkan bahwa wastra Indonesia ternyata menarik untuk dikenakan dan bisa diterima oleh masyarakat di luar Indonesia," tuturnya.
Setelah sukses menggelar event di Amerika, Diah Permatasari tidak ingin berhenti. Ia telah mempersiapkan rencana untuk membawa konsep serupa ke negara lain.
"Kepenginnya sebelum akhir tahun bisa ke sana. Mungkin Asia dulu, karena perjalanan ke Amerika cukup panjang. Tetapi saya tetap melihat situasi dan kondisi karena untuk membuat acara seperti ini kita juga membutuhkan orang-orang yang membantu," pungkasnya.