NADIKABAR.COM — Dewan Keamanan PBB akan memusatkan agenda November pada implikasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru terhadap perdamaian dan keamanan, kata Wakil Tetap Latvia untuk PBB, Sanita Pavluta-Deslandes, Senin (2/11).

Hal itu dilakukan seiring dengan dimulainya masa jabatan Latvia sebagai ketua bergilir Dewan Keamanan untuk pertama kalinya dalam sejarah negara tersebut.

"Kami meyakini bahwa isu mengenai teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan, serta dampaknya terhadap perdamaian dan keamanan, merupakan topik yang akan terus ada dalam agenda Dewan," kata Pavluta-Deslandes kepada para wartawan di markas besar PBB.

Dia menambahkan bahwa teknologi telah menjadi prioritas yang mapan bagi badan beranggotakan 15 negara tersebut.

Acara utama di bawah kepemimpinan Latvia dijadwalkan berlangsung pada 24 November, berupa debat terbuka tingkat menteri dengan tema "Penyelesaian konflik di era perubahan teknologi yang pesat."

Pavluta-Deslandes menjelaskan bahwa diskusi tersebut akan mengkaji bagaimana perangkat-perangkat baru memengaruhi perlindungan terhadap warga sipil, pasukan penjaga perdamaian, personel kemanusiaan, dan pekerja media, serta perannya dalam pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian.

Pavluta-Deslandes menegaskan bahwa Dewan Keamanan tidak akan berupaya menetapkan kerangka regulasi global atau sistem tata kelola umum untuk AI, seraya mencatat bahwa penyusunan aturan yang lebih luas tetap menjadi tanggung jawab Majelis Umum PBB.