"Semegah itu karena dilakukan secara benar-benar ditata. Semahal itu karena orang yang nonton ke situ tuh dihargai untuk bayar Rp1,2 juta dan Rp1,6 juta. Kursinya pun 1.500 untuk sekelas launching itu begitu luar biasa gitu," terangnya.
Namun, bagi Zaini, keberhasilan mengemas launching secara mewah tidak boleh berhenti sebagai pertunjukan. Kemampuan Persib mengelola bisnis harus menghasilkan sesuatu yang lebih konkret bagi klub, terutama prestasi dan pembangunan fondasi jangka panjang.
"Jadi tentu ini harus berdampak bukan saja pada prestasi, tapi pada konsistensi. Sudah juara tiga kali, total lima kali," tegas Zaini.
Zaini menilai peningkatan nilai komersial Persib seharusnya diikuti dengan pembenahan fasilitas. Menurutnya, klub perlu terus meningkatkan kualitas tempat latihan, fasilitas pertandingan, hingga sarana pembinaan pemain muda.
"Tentu ini secara kapital harus selalu bisa menguntungkan termasuk juga membuat fasilitas-fasilitas latihan yang jauh lebih baik, lebih bagus, tribun penontonnya terus diperbaiki, dimodernisasi," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan pemain usia dini. Sebab, kekuatan klub dalam jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mendatangkan pemain berkualitas, tetapi juga seberapa serius klub mencetak talenta sendiri.