NADIKABAR.COM — Minat publik terhadap layanan konsultasi kesehatan mental cenderung meningkat menurut Indonesia Health Insights Report bertajuk Navigating Indonesia's Mental Health Landscape 2026 yang dirilis oleh penyedia platform Halodoc.

Kepala Pemasaran Halodoc Fibriyani Elastria mengatakan bahwa sekarang satu dari 15 konsultasi di platform layanan Halodoc berkenaan dengan kesehatan mental.

"Dan kalau dilihat, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ini memang bertumbuh sekitar 8,1 persen," katanya dalam acara temu media di Jakarta, Kamis.

"Menariknya, pertumbuhan ini dua pertiganya itu didorong oleh pasien baru. Jadi yang sebelumnya memang belum pernah berkonsultasi, tapi dua pertiga dari jumlah yang baru masuk ini ternyata memang adalah yang selama ini belum masuk bicara mengenai kesehatan mental," ia menjelaskan.

Laporan Halodoc juga menunjukkan bahwa 90,7 persen pengguna layanan konsultasi berusia 18–34 tahun dan 83,3 persen di antaranya adalah perempuan.

Selama semester pertama tahun 2026 gangguan ansietas menjadi diagnosis tertinggi dalam layanan konsultasi kesehatan mental di platform Halodoc.

Angkanya mencapai 31,6 persen dari total konsultasi dan meningkat 47,2 persen dibandingkan dengan kurun yang sama tahun sebelumnya.

Diagnosis yang menyertai ansietas beragam, mulai dari persoalan tumbuh kembang pada anak, tekanan akademik dan keluarga pada remaja, disfungsi seksual pada pria usia produktif, kombinasi depresi dan persoalan relasi pada perempuan usia produktif, serta penurunan fungsi kognitif pada lansia.

Mitra Psikolog Halodoc Miki Amrilya Wardati, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyampaikan bahwa di balik setiap angka dalam laporan baru Halodoc ada cerita dari warga yang akhirnya berani meminta bantuan tenaga profesional.

"Konsultasi ke psikolog atau psikiater bukan tanda kita kalah dengan situasi. Justru, semakin cepat konsultasi dengan tim profesional, semakin ringan proses penyembuhannya," katanya.

Dia mengemukakan perlunya mengenali perubahan emosi dan perilaku sejak dini agar bisa segera meminta bantuan yang dinilai perlu untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang dihadapi.