NADIKABAR.COM — Lazio tampil menggila saat bertandang ke markas Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia. Biancocelesti menang telak 6-2 dan mencatat start terbaik dalam sejarah klub di Serie A.

Bermain di Mapei Stadium, Rabu (28/10/2026) dini hari WIB, Lazio mencetak enam gol melalui Kenneth Taylor, Gustav Isaksen, Romano Floriani Mussolini, Mattia Zaccagni, Tijjani Noslin, serta satu gol bunuh diri pemain Sassuolo.

Noslin menjadi bintang dengan memborong dua gol. Sementara itu, Sassuolo membalas lewat Kristian Thorstvedt dan Sebastiano Esposito.

Kemenangan ini membuat Lazio mengoleksi 25 poin dari sembilan pertandingan, hasil delapan kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan tersebut menjadi start terbaik Lazio di Serie A, sekaligus membawa mereka ke puncak klasemen sementara.

Lazio unggul tiga poin atas Inter Milan yang baru memainkan delapan pertandingan. Posisi Biancocelesti masih bisa didekati Nerazzurri yang dijadwalkan menghadapi Venezia pada Kamis (29/10) dini hari WIB.

Dalam catatan Opta, kemenangan atas Sassuolo menjadi kali pertama Lazio mencetak setidaknya enam gol dalam satu pertandingan di semua kompetisi sejak menang 6-1 atas Spezia pada Agustus 2021.

Lazio juga mencetak gol melalui lima pemain berbeda. Terakhir kali mereka memiliki lima pencetak gol berbeda dalam satu pertandingan Serie A adalah saat menghadapi Benevento pada Maret 2018.

Hasil ini memperpanjang tren positif Lazio menjadi lima kemenangan beruntun di liga. Catatan serupa terakhir kali mereka raih pada Oktober-November 2024, ketika masih ditangani Marco Baroni.

Performa tandang Lazio juga impresif. Mereka memenangi lima pertandingan tandang pertama musim ini. Dalam sejarah Serie A, Lazio baru tiga kali memulai musim dengan lima kemenangan tandang beruntun, setelah musim 2002/2003 dan 2017/2018.

Tijjani Noslin mencuri perhatian dengan dua golnya ke gawang Sassuolo. Ini menjadi kali pertama penyerang Belanda tersebut mencetak setidaknya dua gol dalam satu pertandingan Serie A.

Noslin kini telah mengoleksi empat gol dalam delapan penampilan di liga musim ini. Ia hanya pernah mencetak lebih banyak gol dalam satu musim Serie A pada 2023/2024, saat mengemas lima gol dalam 17 pertandingan.

Mattia Zaccagni juga berperan besar dalam kemenangan Lazio. Ia mencetak satu gol dan memberikan dua assist, sehingga terlibat langsung dalam tiga gol dalam satu pertandingan Serie A untuk pertama kalinya sepanjang kariernya.

Romano Floriani Mussolini turut mencatatkan momen penting. Golnya ke gawang Sassuolo merupakan gol pertama di Serie A dalam penampilan ke-37.

Dengan gol tersebut, Lazio menjadi tim yang memiliki jumlah pencetak gol berbeda terbanyak di Serie A musim ini, yakni 12 pemain.

Meski Sassuolo kalah telak, kiper Stefano Turati tetap mencatatkan pencapaian istimewa. Ia menggagalkan dua penalti Lazio yang dieksekusi Zaccagni dan Davide Frattesi pada babak kedua.

Turati menjadi kiper pertama Sassuolo yang mampu menepis dua penalti dalam satu pertandingan Serie A. Dalam 10 tahun terakhir, hanya David de Gea yang sebelumnya mencatatkan pencapaian serupa di kompetisi tersebut, saat Fiorentina menghadapi AC Milan pada Oktober 2024.

Turati kini telah menggagalkan lima penalti di Serie A. Sejak Januari 2024, hanya Vanja Milinkovic-Savic yang mencatatkan lebih banyak penyelamatan penalti, yakni tujuh. Turati sejajar dengan Marco Carnesecchi.

Lazio sendiri terakhir kali gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu pertandingan Serie A pada Januari 2009, saat menghadapi Cagliari.

Kristian Thorstvedt menjalani pertandingan yang kontras. Gelandang Sassuolo itu sempat mencetak gol penyama kedudukan pada menit ketujuh, tetapi kemudian menerima kartu merah langsung pada menit ke-31 setelah melakukan pelanggaran terhadap Zaccagni.

Kartu merah tersebut menjadi yang pertama bagi Thorstvedt dalam 105 penampilannya di Serie A.

Sassuolo akhirnya harus menelan kekalahan telak dan kembali kebobolan sedikitnya enam gol dalam satu pertandingan Serie A. Mereka sudah mengalami hal tersebut delapan kali sejak pertama kali tampil di kasta tertinggi Italia pada musim 2013/2014.