"Rakerwil bisa menghasilkan program realistis dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Mengidentifikasi peluang ke depan, arah, dan kebijakan program yang harus bersinergi antara stakeholder. Tujuannya, Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan menghasilkan artinya warganya tidak ada yang tertinggal," kata Ali.
Ia juga menyoroti LDII sebagai ormas yang peduli lingkungan lewat pemanfaatan zero waste di pondok pesantren. Pengelolaan sampah berbasis mengurangi tumpukan sampah tersebut, kata Ali, perlu disebarluaskan kepada masyarakat sebagai dampak positif.
Selain lingkungan, isu lainnya yang dihadapi adalah masyarakat majemuk dan kesenjangan sosial, juga perlu menjadi tanggung jawab bersama dengan mengedepankan pendidikan.
"Keberagaman budaya yang kita punya ini seharusnya menjadi modal memajukan Jakarta menjadi kota global. Bukan arus globalisasi yang masuk, tapi kearifan lokal yang mendunia. Inilah tugas bersama mempererat kebersamaan dan bangun komunikasi," kata Ali.
Salah satu upaya adalah selaras dengan arahan Gubernur, Pemprov DKI, dan LDII berkolaborasi di bidang keagamaan dengan tema "Membumikan Qur'an" di lingkup keluarga.