NADIKABAR.COM — Lead Conservation Scientist Elasmobranch Institute Indonesia Edy Setyawan mengatakan lebih dari 3.000 individu pari manta telah terdokumentasi di perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan sejak 2003.
Dia mengatakan, jumlah tersebut terdiri atas lebih dari 2.100 individu pari manta karang (Mobula alfredi) yang terdokumentasi sejak 2003 dan lebih dari 900 individu pari manta oceanic (Mobula birostris) sejak 2008.
"Kalau untuk pari manta di Raja Ampat ada dua spesies, yakni pari manta karang dan pari manta oceanic. Untuk pari manta karang kita sudah mendokumentasikan lebih dari 2.100 individu yang berbeda sejak 2003, sedangkan pari manta oceanic lebih dari 900 individu sejak 2008," kata Edy seusai mengikuti lokakarya manta impact bond di Sorong, Jumat.
Menurut dia, Raja Ampat merupakan salah satu wilayah penting bagi konservasi pari manta karena memiliki populasi terbesar kedua di dunia dan terbesar di Indonesia.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil dokumentasi, konsentrasi pari manta paling banyak ditemukan di kawasan Selat Dampir dan Misool Timur Selatan.
"Di kawasan konservasi Selat Dampir ada sekitar 500 sampai 600 individu, sama dengan di Misool Timur Selatan sekitar 500 sampai 600 juga," ujarnya.
Edy mengatakan upaya konservasi pari manta di Raja Ampat telah berlangsung sejak 2006, seiring dengan pembentukan kawasan konservasi.