Dia menegaskan bahwa untuk menjaga ketepatan sasaran bantuan bagi kelompok paling rentan, penentuan penerima manfaat difilter secara akurat melalui basis data terpadu nasional.

"Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan sistem ini, bantuan negara dipastikan sampai tepat pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas," katanya.

Sejalan dengan perluasan akses peserta didik, pemerintah turut mengakselerasi penyiapan sarana belajar mengajar permanen di 93 tempat yang telah rampung dan mulai beroperasi penuh sejak pertengahan Juli hingga awal September 2026.