NADIKABAR.COM — Sejumlah ledakan terdengar pada Selasa pagi di wilayah selatan Iran, termasuk Pulau Qeshm dan kota pesisir Bandar Lengeh.
Menurut laporan kantor berita pemerintah, IRNA, sebanyak lima suara ledakan terdengar di Pulau Qeshm yang terletak di Selat Hormuz.
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Fars melaporkan suara ledakan terdengar dari arah laut di Bandar Lengeh, Provinsi Hormozgan.
Penyebab ledakan tersebut belum diketahui. Kedua kantor berita juga belum melaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat kejadian tersebut.
Laporan mengenai ledakan itu muncul di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung antara Teheran dan Washington terkait ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan pada Senin (2/11) bahwa Iran dan Amerika Serikat (AS) masih bertukar pesan melalui mediator.
Dia mengonfirmasi Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi telah mengunjungi Doha untuk memfasilitasi pertukaran pesan yang dimediasi oleh Qatar.
Konflik bermula saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan menargetkan Israel dan aset AS di kawasan sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai pada April.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz pada 18 Juni. Namun, pelaksanaannya terhenti akibat perselisihan mengenai keamanan di selat tersebut.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan