Kelompok berbasis komunitas Syiah Zaidiyah dari Yaman utara tersebut telah menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Padahal, jalur tersebut kerap digunakan Arab Saudi untuk mengekspor minyak guna menghindari Selat Hormuz yang turut ditutup akibat perang Timur Tengah.

Pihak Houthi menegaskan bahwa jalur navigasi di selat tersebut tetap terbuka dan bebas bagi siapa saja, kecuali untuk kapal-kapal milik Arab Saudi.

Pada hari Jumat, PBB menyatakan bahwa pertempuran yang kembali berkobar ini telah memaksa lebih dari 112.000 orang mengungsi. Sementara hampir 3.000 orang lainnya melarikan diri menyeberangi laut menuju Djibouti, menambah penderitaan masyarakat yang memang sudah berada dalam kondisi memprihatinkan.

Pada tahun 2025, PBB telah memperingatkan bahwa 17 juta warga di Yaman berjuang keras untuk mendapatkan makanan, dan satu juta orang lainnya terancam kelaparan ekstrem.