Tak hanya sikapnya yang terkesan tanpa beban, Lee Se-young juga menyoroti kebiasaan Rashta yang kerap menyebut namanya sendiri dalam kata ganti orang ketiga. Gaya bicara tersebut sempat memicu perdebatan sengit di kalangan penikmat karya orisinalnya.

"Di novelnya, opini pembaca bisa berubah dari suka menjadi benci dan menganggapnya sangat aneh. Jadi saya berpikir keras bagaimana menghidupkannya, dan berusaha agar cara bicara itu menempel di mulut saya," tuturnya.

Meski memikul peran yang dipastikan memicu emosi penonton, Lee Se-young mengaku sangat tertarik mengambil lakon budak pelarian yang sukses merebut hati Kaisar Sovieshu tersebut.

Demi menghidupkan visual Rashta secara maksimal, ia bahkan melakukan perawatan penampilan dengan lebih ketat ketimbang proyek-proyek terdahulu. Menurutnya, penampilan Rashta sangat penting dalam memainkan emosi penonton.

"Ini adalah karakter antagonis yang dibenci tapi tidak bisa benar-benar dibenci, sosok menggemaskan yang belum pernah saya tunjukkan sebelumnya," kata Se-young.