NADIKABAR.COM β Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan perlu sistem perlindungan kelompok lanjut usia yang lebih komprehensif, mulai dari sisi kesehatan hingga sosial, merespons persoalan penanganan lansia di pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 94 warga yang meninggal selama berada di pengungsian didominasi kelompok rentan, terutama lansia dengan penyakit kronis seperti strok dan diabetes melitus.
Hetifah menjelaskan, mereka bukan korban yang meninggal akibat trauma fisik langsung karena gempa.
βIni mengingatkan kita bahwa lansia, perlu perhatian khusus. Di pengungsian, ada yang harus minum obat setiap hari, membutuhkan bantuan untuk berjalan, memiliki penyakit kronis, atau tidak mampu menyampaikan kebutuhannya sendiri. Dalam kondisi seperti itu, kehilangan obat atau terputusnya perawatan rutin dapat berdampak fatal,β ujarnya di Jakarta, Sabtu.
Dalam kehidupan sehari hari, banyak lansia menghadapi penurunan kesehatan, keterbatasan mobilitas, berkurangnya penghasilan, kesulitan mengakses layanan publik, hingga kesepian dan kehilangan dukungan sosial.